Profit Installer | Futures Trading Service | Manage Account | Trading Signal | Market News

Switch to desktop Register Login

Pada rapat 1 November, Gubernur Bank Sentral Australia (RBA), Glenn Stevens dan para anggota dewan RBA memutuskan untuk menurunkan suku bunga 0.25 persen menjadi 4.5 persen.

Dalam risalah rapatnya, anggota dewan mendiskusikan apakah membaiknya inflasi membuat RBA tidak lagi perlu menjaga sikap moneter yang ketat yag sudah dipegangnya selama setahun belakangan ini.

"Kejatuhan tajam di CPI domestic mungkin menjadi pemicu untuk pemangkasan tingkat suku bunga berikutnya. RBA masih mengkhawatirkan situasi di Eropa namun masih menilai positif prospek pertumbuhan di Asia. Pemangkasan tingkat suku bunga di bulan Desember cenderung masih belum akan terjadi dan RBA mungkin masih akan 'wait-and-see' bagaimana perkembangan situasi ekonomi global dalam 3 bulan mendatang," demikian catatan dari Sean Lee, analis dari Forexlive.

Aussie sempat menguat terhadap dolar pasca rilis risalah tersebut. AUD/USD mencetak tertinggi harian di level 1.0220. Namun, outlook moneter RBA yang longgar serta masih adanya sentimen negatif terkait krisis Eropa membuat penguatan aussie sepertinya sulit bertahan saat ini.

Published in