Harga spot emas turun pada Selasa, terkait lelang obligasi Italia yang difokuskan pada ruang lingkup tugas baru yang dihadapi oleh pemerintah baru di Italia dan Yunani dalam menjaga kendali krisis hutang.
Meskipun emas didukung oleh daya pikat safe haven, emas masih rentan terhadap tekanan jual di pasar keuangan yang lebih luas, di mana sentimen masih berubah-ubah terkait upaya Eropa dalam memecahkan krisis hutangnya.
Saham Asia jatuh pun melemah terkait kenaikan imbal hasil obligasi zona euro mencerminkan keraguan tentang kemampuan politisi di Italia dan Yunani untuk menjalankan reformasi yang menyakitkan untuk menyelesaikan krisis hutang mereka dan meraih kepercayaan pasar.
Harga spot emas beringsut turun pada Selasa, terkait lelang obligasi Italia yang difokuskan pada ruang lingkup tugas baru yang dihadapi oleh pemerintah baru di Italia dan Yunani dalam menjaga kendali krisis hutang.
Meskipun emas didukung oleh daya pikat safe haven, emas masih rentan terhadap tekanan jual di pasar keuangan yang lebih luas, di mana sentimen masih berubah-ubah terkait upaya Eropa dalam memecahkan krisis hutangnya.
Saham Asia pun melemah terkait kenaikan imbal hasil obligasi zona euro mencerminkan keraguan tentang kemampuan politisi di Italia dan Yunani untuk menjalankan reformasi yang menyakitkan untuk menyelesaikan krisis hutang mereka dan meraih kepercayaan pasar.
Harga emas spot turun tipis 0,2 persen menjadi $ 1,776.44 per ons pada 0307 GMT, memperpanjang pelemahan dari sesi sebelumnya.
Emas AS tidak banyak berubah pada $ 1,778.10.
Analisis teknis menyarankan bahwa emas spot bisa jatuh ke $ 1,735.69 per ounce jangka pendek ini, kata analis pasar Reuters Wang Tao.
Spot emas berusaha beberapa kali untuk menembus di atas level $ 1.800 selama seminggu terakhir, dan kegagalan ini telah memberikan kontribusi untuk volume perdagangan tipis di pasar fisik di Asia.
Euro melemah terhadap dolar pada penutupan perdagangan Senin (14/11) akibat kegagalan penguasa baru di Italia dan Yunani dalam membentuk pemerintahan baru di kedua negara tersebut.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran pasar di kawasan Zona Euro mengenai masa depan krisis hutang di kedua Negara itu khususnya, Kanselir Jerman sendiri menyatakan bahwa kehidupan di Eropa saat ini adalah yang terberat sejak Perang Dunia II.
Mantan anggaota Komisi Eropa, Mario Monti ditunjuk untuk menjadi perdana menteri baru di Italia, demi mengembalikan kepercayaan investor. Kabar terbaru dari Italia bahwa Direktur Keuangan Vittorio Grilli akan mengundurkan diri lebih dini pada Selasa ini untuk mengambil pekerjaan di sektor swasta dengan bank investasi J.P. Morgan, hal ini juga menambah kekhawatiran bagi Euro.
Di Yunani, PM Lucas Papademos, mantan wakil presiden European Central Bank akan berusaha memenangkan pemungutan suara di Parlemen Yunani pada hari Rabu besok sebelum bertemu dengan para kolegany di pertemuan Menteri Keuangan Kawasan Eropa di Brusel hari Kamis, seiring dengan ketidakpastian yang mengiringi apakah Athena akan menerima prasyarat bantuan untuk menghindari kebangkrutannya.
Papademos menyatakan pada hari Senin (14/11) bahwa Yunani hanya memiliki satu pilihan untuk tetap tinggal di dalam Kawasan Euro, dan negara itu harus memperluas basis pajak dinegara itu serta memerangi penggelapan pajak. Masalah penggelapan pajak dianggap sebagai masalah yang sangat serius dimana hal ini menjadi penghalang bagi kinerja anggaran Yunani.
Euro ditutup turun 0.8 persen ke harga $1.3636, setelah sebelumnya sempat jatuh ke terendah harian di $1.3590. Euro juga jatuh 0.8 persen ke 105.15 yen.
Kanselir Jerman Angela Merkel Senin mengatakan bahwa Eropa mungkin akan melalui masa-masa terburuk sejak Perang Dunia Kedua seiring pemimpin di Italia dan Yunani berusaha membentuk pemerintahan dan membatasi dampak dari krisis hutang zona Eropa.
"Eropa sedang berada dalam salah satu masa tersulit, mungkin yang paling sulit sejak perang dunia kedua," ucap Merkel pada Christian Democrats (CDU), menyatakan kecemasannya Eropa akan runtuh jika euro tenggelam dan berjanji akan melakukan segalanya untuk mencegah hal tersebut.
Reli pada pasar keuangan yang dipicu pengangkatan teknokrat Eropa di Roma dan Athena hanya berlangsung sebentar. Analis memperingatkan adanya halangan yang dapat mencegah adanya keputusan yang tegas guna membantu perekonomian mereka.
Yield obligasi 5-tahunan Italia menyentuh rekor tinggi 6.3% dengan investor yang cemas untuk membeli obligasinya hingga perdana menteri Mario Monti dapat mengambil alih reformasi ekonomi.
Kendala pertama bagi Perdana Menteri baru Yunani Lucas Papademos adalah pemimpin partai konservatif utama yang menolak kebijakan pengetatan dan menolak menandatangani surat permintaan bantuan baru senilai 130 milyar euro pada pihak Eropa.
Selamat Tinggal Berlusconi, Selamat Datang Monti...
Perdana menteri baru Italia, Mario Monti menghadapi pekerjaan sulit untuk memperbaiki ekonomi Italia yang ambruk. Monti diharapkan segera membentuk kabinet pemerintahan baru untuk mengatasi masalah utang yang berakibat pengunduran diri Silvio Berlusconi.
Monti, seorang mantan komisioner Uni Eropa itu mengatakan tengah melakukan pembicaraan soal pembentukan kabinet yang memiliki target melakukan perbaikan finansial negeri itu.
Sebelumnya, keputusan menunjuk Monti diambil setelah Presiden Giorgio Napolitano melakukan pembicaraan maraton dengan 17 politisi senior Italia. Meski didukung semua kekuatan politik Italia, lamanya Monti memimpin negeri itu sangat tergantung pada kinerja, reaksi ekonomi, reaksi pasar, investor serta berbagai institusi di dalam dan di luar Eropa.
Tak lama setelah ditunjuk menjadi perdana menteri, kepada wartawan Monti menegaskan Italia harus menjadi simpul kekuatan bukan kelemahan bagi Uni Eropa. "Kami berkeinginan untuk menyelesaikan situasi finansial, menciptakan pertumbuhan ekonomi serta membangun masa depan yang penuh kehormatan dan harapan untuk anak-anak kita," papar Monti.
Untuk memulai pekerjaannya, Monti menegaskan akan selalu menghormati parleman dan melakukan konsultasi dengan kekuatan-kekuatan politik di parlemen. Namun sejauh ini Monti menolak menetapkan jadwal pembentukan kabinet dan tidak menyampaikan para kandidat menterinya. Dia hanya memastikan konsultasi dengan berbagai pihak akan dimulai pada Senin (14/11).
Setelah dua minggu data penggerak pasar dari China, fokus Asia akan pindah ke Jepang, dengan sorotan termasuk angka pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga. Jepang siap melaporkan perkiraan awal produk domestik bruto untuk Juli-September pada hari Senin, dengan para ekonom mengharapkan adanya rebound.
Akan tetapi penggerak pasar utama bagi forex masih tetap berasal dari perkembangan krisis utang Eropa dengan parlemen Italia menyetujui undang-undang penghematan anggaran dan PM Silvio Berlusconi mundur sehingga diharapkan adanya penunjukkan pemerintahan interim di Italia yang akan menjadi fokus lebih lanjut diawal minggu mendatang.
Setelah menderita kontraksi 2,1% pada periode April-Juni - menyusul bencana gempa bumi dan tsunami pada Maret - ekonomi Jepang diperkirakan telah membesar dengan pertumbuhan tahunan sebesar 5,9%, menurut survei analis Dow Jones Newswires.
Namun, perkiraan dalam survei sangat bervariasi, mulai dari 2,8% sampai 7,3%, sehingga kejutan kedua dari kedua sisi proyeksi tersebut sangat mungkin. Sebuah survei Reuters terpisah memperkirakan pertumbuhan tahunan 6,1% untuk kuartal tersebut.
Kenaikan diprediksi untuk GDP Jepang, yang akan mengikuti tiga kuartal kontraksi, mewakili pemulihan kembali gempa yang merusak produksinya.
Namun, ekspansi cepat dan besar kemungkinan tidak akan bertahan, seiring kuartal saat ini melihat banjir di Thailand memukul output untuk banyak perusahaan multinasional Jepang, dan karena yen Jepang tetap terus-menerus tinggi, menekan laba bagi banyak sektor ekspor utama negara itu.
Juga pada Senin, tiga "bank mega" Jepang dijadwalkan untuk melaporkan laba - yaitu, Mitsubishi UFJ Financial Group Inc, Mizuho Financial Group Inc, dan Sumitomo Mitsui Financial Group Inc.
Dalam skenario Mitsubishi UFJ dan Mizuho, penghasilan akan terpukul dari unit masing-masing broker, yang mencatat kerugian semester pertama akhir bulan lalu. Tapi mungkin lebih penting akan bagaimana pemberi pinjaman terkemuka ini telah bernasib tengah volatilitas pasar yang besar di seluruh dunia pada kuartal terakhir.
Pada hari Rabu, Bank of Japan dijadwalkan mengumumkan keputusan kebijakan terbaru. Bank sentral telah mengindikasikan bahwa mereka akan menjaga kebijakan target suku bunga pada 0-0,1% untuk beberapa waktu ke depan, dan kemungkinan kecil pelonggaran baru, seiring BOJ hanya menambahkan sekitar 5 triliun yen ($65.8 miliar) untuk saat ini program pembelian aset-nya di pertemuan terakhir pada 27 Oktober.
Akibatnya, fokus kemungkinan akan pada setiap perubahan prospek ekonomi dari bank sentral Jepang.
Juga pada sisi utama bank sentral, Reserve Bank of Australia dijadwalkan pada Selasa untuk melepaskan risalah dari pertemuan kebijakan terakhir.
Pertemuan tersebut melihat RBA membuat langkah pertama suku bunga dalam setahun, memotong tingkat suku bunga acuan sebesar seperempat poin menjadi 4,5%. Risalah pertemuan ini akan diawasi ketat untuk petunjuk tentang apakah dan kapan bank sentral akan menurunkan suku bunga lagi.
Euro akhir pekan ini ditutup naik tertinggi terhadap dolar dalam dua minggu menunggu lelang obligasi Italia yang diharapkan bisa berjalan lancar sehingga mengurangi kekhawatiran atas kemampuan Italia untuk membayar utang.
Italia dijadwalkan untuk melelang 3 miliar euro obligasi pemerintah jangka lima tahun pada Senin. Ini akan diawasi ketat oleh investor setelah Roma berhasil menjual lima miliar euro surat utang jangka 1 tahun pekan ini yang membantu menstabilkan imbal hasil Italia dibawah level kritis 7%.
Perdagangan masih bisa volatile dan terdorong berita utama, dan prospek euro terlihat tetap suram seiring zona euro belum menemukan solusi untuk mencegah krisis utang dari melanda ekonomi yang lebih besar seperti Italia dan Spanyol.
Euro terakhir diperdagangkan naik 1,1% pada 1,3751, setelah mencapai tertinggi sesi di 1,3792 pada platform Mahadana dan juga dari terendah satu bulan di 1,3481 pada Kamis.
Dolar tergelincir serendah 77,03 yen, terendah sejak intervensi besar penjualan yen Jepang pada 31 Oktober. Terakhir ditutup turun 0,7% pada 77,11.
Pada minggu ini, euro tergelincir 0,5% terhadap dolar, pada kecepatan untuk kerugian minggu kedua beruntun. Dolar turun 1,4% versus yen, penurunan mingguan terbesar sejak pertengahan Agustus.
Goldman Sachs merekomendasikan investor posisi long euro terhadap dolar, memprediksi memantul ke arah 1,40 seiring ketidakpastian kebijakan jangka pendek menurun, sesuai yang dikutip Reuters.
Mantan Komisioner Eropa Mario Monti secara luas diharapkan untuk mengambil alih sebagai kepala pemerintahan koalisi luas nasional di Italia, sebuah langkah yang akan disambut banyak investor.
Menambah sentimen positif, Perdana Menteri Yunani Lucas Papademos yang baru dilantik mengatakan pemerintah persatuan nasional yang baru akan melakukan yang terbaik untuk menangani masalah negara yang dilanda krisis itu.
Bursa AS, Wall Street, melonjak pada hari Jumat, ditutup menguat minggu ini setelah persetujuan reformasi ekonomi Senat Italia melegakan investor atas kekhawatiran tentang krisis utang zona euro.
Senat Italia menyetujui anggaran baru yang membuka jalan bagi persetujuan Parlemen pada akhir pekan dan pembentukan pemerintaan darurat. Langkah ini juga membuka jalan bagi pengunduran diri Perrdana Menteri Silvio Berlusconi dan pengangkatan Mario Monti untuk menggantikannya.
Sementara itu, Perdana Menteri Yunani yang baru Lucas Papademos akan memberi nama kabinet krisis yang baru. Namun, Papademos akan menghadapi hambatan, dengan banyaknya pihak yang keberatan dengan kebijakan pengetatan.
Setelah satu minggu volatilitas yang dipicu oleh berita tentang krisis utang Eropa, S&P 500 berhasil beakhir 0,8% lebih tinggi untuk minggu ini.
Bank berada di antara para pemimpin kenaikan pada hari ketika saham berorientasi pertumbuhan berbalik menjadi kinerja terkuat. Sentimen menerima dorongan besar dari jatuhnya imbal hasil obligasi Italia, yang awal pekan ini mencapai level tertinggi sejak euro diperkenalkan pada tahun 1999.
Volatilitas pasar saham telah terkait erat dengan pasar kredit Eropa dalam beberapa hari terakhir.
Sebuah paket langkah-langkah penghematan yang diminta oleh Uni Eropa disahkan oleh Senat Italia dan sekarang menuju ke parlemen rendah Italia, yang diperkirakan akan menyetujuinya pada Sabtu.
Lolosnya undang-undang ini akan memicu pengunduran diri Perdana Menteri Silvio Berlusconi. Mantan Komisioner Eropa Mario Monti secara luas diharapkan untuk mengambil alih sebagai kepala pemerintah persatuan koalisi nasional.
Di Yunani, perdana menteri yang baru dilantik, Lucas Papademos, mantan wakil presiden Bank Sentral Eropa, akan membentuk kabinet krisis baru untuk membentuk rencana penghematan.
Untuk Jum’at, indeks Dow Jones industrial average naik 259,89 poin atau 2,19%, ke 12,153.68. Standard & Poor 500 naik 24,16 poin atau 1,95%, pada 1,263.85. Nasdaq Composite naik 53,60 poin atau 2,04%, ke 2,678.75.
Untuk minggu ini, Dow Jones naik 1,4% dan S&P 500 naik 0,8%, sedangkan Nasdaq tergelincir 0,3%.
Saham keuangan, yang dipandang rentan karena eksposur mereka terhadap utang Eropa, masuk peringkat di antara sektor terbaik. Bank of America Corp naik 3%, dan JPMorgan Chase & Co naik 1,7%. Indeks KBW Bank naik 2,1%.
Bursa saham Asia terpuruk signifikan mengekori anjloknya Wall Street yang merosot hampir 400 poin akibat merespon perkembangan krisis Eropa yang semakin kompleks.
Selain itu saham-saham di bursa Asia semakin bergejolak juga karena di picu oleh lonjakan tingkat imbal hasil surat utang Italia (yield obligasi) yang menandakan krisis dari Eropa bakal terus memburuk. Kepanikan pasar Asia juga diakibatkan karena investor terus diliputi kecemasan terhadap ketidakstabilan kondisi politik di negara Italia pasca berita pengunduran diri PM Italia Silvio Berlusconi terkait masalah keuangan negara.
Pasar Asia selain merespon berita negatif dari Eropa, sentimen negatif juga datang dari makro ekonomi. Pagi ini data ekonomi dari China dan Jepang bermunculan negatif sehingga kondisi tersebut juga turut menekan pasar.
Hang Seng terpuruk tajam hingga anjlk nyaris 1000 poin akibat besarnya aksi jual di sektor keuangan ditengah kekhawatiran situasi keuangan Italia serta dampaknya terhadap ekonomi global. Selain itu pasar kian khawatir setelah angka surplus perdagangan China merosot tajam ke angka 17.03 billion, meleset jauh di bawah estimasi 24.90 billion. Namun masih berada di atas surplus 14.51 billion. Menutup sesi perdagangan pertama Indeks Hang Seng futures mencatat penurunan sebanyak 844 poin menuju level 19091.
Di Jepang, indeks Nikkei terperosok dalam terutama akibat aksi jual sektor perbankan seiring meningkatnya kekhawatiran krisis Eropa. Selain itu data ekonomi Machinery Orders Jepang yang memburuk turut menambah faktor pesimisme terhadap dunia industri Jepang. Indeks Nikkei futures tercatat sempat merosot hingga 250 poin ke level 8495.
Kecemasan yang meningkat baru-baru ini bahwa krisis hutang Italia bisa mengancam kelangsungan zona euro menekan pasar kemarin, di mana bursa AS anjlok tiga persen.
Aksi jual obligasi pemerintah Italia memaksa imbal hasil (yield) naik ke rekor baru di atas 7,4 persen, sebuah tingkat yang menunjukkan buruknya kemampuan bayar hutang Negara terbesar keempat Uni Eropa tersebut.
Meskipun Perdana Menteri (PM) Italia, Silvio Berlusconi, berjanji untuk mengundurkan diri sekaligus meninggalkan panggung politik ketika negara secara tegas berkomitmen untuk rencana reformasi yang kredibel, pasar melihat masa depan masih belum jelas.
Portugal, Irlandia dan Yunani, semua negara yang jauh lebih kecil, dipaksa untuk mencari dana talangan (bailout) ketika utang mereka mencapai imbal hasil pada tingkat itu, dan beberapa analis mempertanyakan apakah 17 anggota zona euro bisa menangani penyelamatan besar seperti Italia.
Seiring dengan masih belum menentunya politik Yunani, euro tertekan lebih dari dua sen AS menjadi 1,3544 dolar, dari 1,3773 dolar sehari sebelumnya.
Pasar berlari ke dalam dolar AS dan obligasi AS, menghindari setiap aset berisiko.
Pasar AS segera tenggelam pada pembukaan dan jatuh sepanjang hari, dengan Dow Jones Industrial Average ditutup turun 3,20 persen menjadi 11.780,94.
Indeks lebih luas S&P 500 turun 3,67 persen menjadi 1.229,10, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq turun 3,88 persen menjadi 2.621,65.
Pasar utama Eropa bernasib agak lebih baik.
Di London, FTSE-100 menyerah 1,92 persen pada 5.460,38 poin; di Paris CAC-40 kehilangan 2,17 persen menjadi 3.075,16 dan indeks DAX 30 di Frankfurt turun 2,21 persen menjadi 5.829,54.
Milan juga jatuh 3,78 persen dan Madrid jatuh 2,09 persen.
Beberapa analis mengatakan, krisis bisa berada di titik kritis, mengingat Italia Negara yang sangat besar untuk diselamatkan mengingat ukuran dari ekonominya, mencatat 20 persen dari output blok zona euro.
Investor mata uang lari menyelamatkan investasinya. Yen naik, dengan membeli euro pada 105,38 yen dibandingkan dengan 107,50 yen. Euro turun menjadi 1,2316 franc Swiss dari 1,2382 franc pada Selasa.
Emas turun menjadi 1.774 dolar AS per troy ons dari 1.795 dolar AS.
Sementara itu, selisih (spread) tingkat pengembalian antara obligasi 10-tahun acuan Prancis dan Jerman naik ke rekor 1,47 persentase poin, naik dari hanya 0,45 persentase poin setahun lalu.