Meski bursa AS berhasil rebound dari level terendah hariannya, namun Wall Street masih ditutup turun Senin seiring investor masih cemas mengenai masalah hutang Eropa yang dapat menyebar ke negara zona Eropa lainnya.
"Pola perdagangan mengikuti berita yang keluar dari zona Eropa…sebagian merupakan efek penyebaran—dan itu adalah faktor terbesar saat ini yang menggerakkan pasar dalam waktu harian serta ketidakpastian arah yang menciptakan volatilitas ini," ucap David Katz, strategis portofolio senior pada Weiser Capital.
Partai Christian Democrats Union, yang merupakan partai dari Kanselir Jerman Angela Merkel, telah menyetujui ide untuk mengeluarkan negara dari zona Eropa, menandakan kemajuan dalam usaha memecah Eropa menjadi 2—yang menggunakan dan yang tidak menggunakan mata uang euro.
Sementara pemimpin baru Italia Mario Monti diharapkan akan membentuk pemerintah teknokrat-non politisi— dan mengimplementasikan reformasi pengetatan hingga pemilu tahun 2013.
Di Yunani, Perdana Menteri yang baru Lucas Papademos, mantan pejabat bank sentral yang menyaksikan masuknya Yunani ke dalam zona Eropa tahun 2002- harus memenangkan voting kepercayaan pada kabinetnya hari Rabu sebelum pertemuannya dengan menteri keuangan zona Eropa hari Kamis di Brussels.
Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir lebih rendah, yang dipimpin oleh BoA yang turun 2,58% dan JPMorgan turun 2,19%. Semua sektor S&P berada di wilayah negatif, dipimpin oleh bank dan energi, sementara teknologi berangsur bergerak lebih tinggi.
Dow Jones ditutup turun 0.61% atau 74.62 menjadi 12079.06 poin, Nasdaq turun 0.8% atau 21.53 menjadi 2657.22 poin, dan S&P 500 turun 0.94% atau 11.94 menjadi 1251.91 poin.
Bursa AS, Wall Street, melonjak pada hari Jumat, ditutup menguat minggu ini setelah persetujuan reformasi ekonomi Senat Italia melegakan investor atas kekhawatiran tentang krisis utang zona euro.
Senat Italia menyetujui anggaran baru yang membuka jalan bagi persetujuan Parlemen pada akhir pekan dan pembentukan pemerintaan darurat. Langkah ini juga membuka jalan bagi pengunduran diri Perrdana Menteri Silvio Berlusconi dan pengangkatan Mario Monti untuk menggantikannya.
Sementara itu, Perdana Menteri Yunani yang baru Lucas Papademos akan memberi nama kabinet krisis yang baru. Namun, Papademos akan menghadapi hambatan, dengan banyaknya pihak yang keberatan dengan kebijakan pengetatan.
Setelah satu minggu volatilitas yang dipicu oleh berita tentang krisis utang Eropa, S&P 500 berhasil beakhir 0,8% lebih tinggi untuk minggu ini.
Bank berada di antara para pemimpin kenaikan pada hari ketika saham berorientasi pertumbuhan berbalik menjadi kinerja terkuat. Sentimen menerima dorongan besar dari jatuhnya imbal hasil obligasi Italia, yang awal pekan ini mencapai level tertinggi sejak euro diperkenalkan pada tahun 1999.
Volatilitas pasar saham telah terkait erat dengan pasar kredit Eropa dalam beberapa hari terakhir.
Sebuah paket langkah-langkah penghematan yang diminta oleh Uni Eropa disahkan oleh Senat Italia dan sekarang menuju ke parlemen rendah Italia, yang diperkirakan akan menyetujuinya pada Sabtu.
Lolosnya undang-undang ini akan memicu pengunduran diri Perdana Menteri Silvio Berlusconi. Mantan Komisioner Eropa Mario Monti secara luas diharapkan untuk mengambil alih sebagai kepala pemerintah persatuan koalisi nasional.
Di Yunani, perdana menteri yang baru dilantik, Lucas Papademos, mantan wakil presiden Bank Sentral Eropa, akan membentuk kabinet krisis baru untuk membentuk rencana penghematan.
Untuk Jum’at, indeks Dow Jones industrial average naik 259,89 poin atau 2,19%, ke 12,153.68. Standard & Poor 500 naik 24,16 poin atau 1,95%, pada 1,263.85. Nasdaq Composite naik 53,60 poin atau 2,04%, ke 2,678.75.
Untuk minggu ini, Dow Jones naik 1,4% dan S&P 500 naik 0,8%, sedangkan Nasdaq tergelincir 0,3%.
Saham keuangan, yang dipandang rentan karena eksposur mereka terhadap utang Eropa, masuk peringkat di antara sektor terbaik. Bank of America Corp naik 3%, dan JPMorgan Chase & Co naik 1,7%. Indeks KBW Bank naik 2,1%.
Bursa AS, Wall Street, ditutup menguat pada sesi perdagangan hari Kamis seiring aksi bargain-hunting pada saham sektor-sektor yang anjlok akibat aksi jual sesi lalu, namun kecemasan mengenai krisis zona Eropa yang masih ada membatasi gain.
"Saat ini resiko global mereda, dan fokus kembali pada fundamental," ucap Doug Cote, kepala strategis investasi ING Investment Management. "Dan fundamental, terutama dengan laporan pagi ini, akan terus membaik dan memicu reli akhir tahun."
Wall Street mulai melonjak di pembukaan, mencoba pulih dari hari terburuk dalam hampir selama 3 bulan, setelah data klaim pengangguran yang lebih baik dari perkiraan dan laporan bahwa ECB membeli obligasi Italia dan Spanyol. Saham sebelumnya mendapat tekanan turun dari isu bahwa rating AAA milik Perancis dapat dikenakan outlook negatif. Sementara, S&P's mengatakan isu itu hanya "kesalahan teknis" dan sedang menginvestigasi masalah tersebut. Hasil lelang obligasi Italia yang cukup sukses juga mendorong kepercayaan investor.
Dow Jones Industrial Average naik 112,92 poin atau 0,96%, di 11,893.86. Standard & Poor 500 naik 10,60 poin atau 0,86%, pada 1,239.70. Nasdaq Composite naik 3,50 poin atau 0,13%, pada 2,625.15.
Merck & Co Inc naik 3,5% setelah produsen obat ini menaikkan dividen kuartalan sebesar 11%, kenaikan pertama sejak 2004. Langkah ini membantu mengangkat indeks kesehatan S&P 1,4%.
Cisco Systems Inc melonjak 5,7% dan pemenang Dow terbesar setelah laba pembuat peralatan jaringan mengalahkan estimasi dan perkiraan pendapatan dan laba di atas ekspektasi.
Minyak mentah AS naik 2,1%, membantu mengangkat saham energi. Grup energi S&P naik 1,8% dan memimpin semua sektor, sementara industrials bertambah 1,1% dan material naik 0,9%.
Data ekonomi AS Kamis menunjukkan klaim pengangguran baru mingguan menurun ke level terendah sejak April, sementara defisit perdagangan menyusut tak terduga pada bulan September ke level tersempit sejak Desember.
Di Yunani, mantan wakil presiden Bank Sentral Eropa Lucas Papademos ditunjuk untuk mengepalai koalisi krisis baru di negara itu.
Kecemasan yang meningkat baru-baru ini bahwa krisis hutang Italia bisa mengancam kelangsungan zona euro menekan pasar kemarin, di mana bursa AS anjlok tiga persen.
Aksi jual obligasi pemerintah Italia memaksa imbal hasil (yield) naik ke rekor baru di atas 7,4 persen, sebuah tingkat yang menunjukkan buruknya kemampuan bayar hutang Negara terbesar keempat Uni Eropa tersebut.
Meskipun Perdana Menteri (PM) Italia, Silvio Berlusconi, berjanji untuk mengundurkan diri sekaligus meninggalkan panggung politik ketika negara secara tegas berkomitmen untuk rencana reformasi yang kredibel, pasar melihat masa depan masih belum jelas.
Portugal, Irlandia dan Yunani, semua negara yang jauh lebih kecil, dipaksa untuk mencari dana talangan (bailout) ketika utang mereka mencapai imbal hasil pada tingkat itu, dan beberapa analis mempertanyakan apakah 17 anggota zona euro bisa menangani penyelamatan besar seperti Italia.
Seiring dengan masih belum menentunya politik Yunani, euro tertekan lebih dari dua sen AS menjadi 1,3544 dolar, dari 1,3773 dolar sehari sebelumnya.
Pasar berlari ke dalam dolar AS dan obligasi AS, menghindari setiap aset berisiko.
Pasar AS segera tenggelam pada pembukaan dan jatuh sepanjang hari, dengan Dow Jones Industrial Average ditutup turun 3,20 persen menjadi 11.780,94.
Indeks lebih luas S&P 500 turun 3,67 persen menjadi 1.229,10, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq turun 3,88 persen menjadi 2.621,65.
Pasar utama Eropa bernasib agak lebih baik.
Di London, FTSE-100 menyerah 1,92 persen pada 5.460,38 poin; di Paris CAC-40 kehilangan 2,17 persen menjadi 3.075,16 dan indeks DAX 30 di Frankfurt turun 2,21 persen menjadi 5.829,54.
Milan juga jatuh 3,78 persen dan Madrid jatuh 2,09 persen.
Beberapa analis mengatakan, krisis bisa berada di titik kritis, mengingat Italia Negara yang sangat besar untuk diselamatkan mengingat ukuran dari ekonominya, mencatat 20 persen dari output blok zona euro.
Investor mata uang lari menyelamatkan investasinya. Yen naik, dengan membeli euro pada 105,38 yen dibandingkan dengan 107,50 yen. Euro turun menjadi 1,2316 franc Swiss dari 1,2382 franc pada Selasa.
Emas turun menjadi 1.774 dolar AS per troy ons dari 1.795 dolar AS.
Sementara itu, selisih (spread) tingkat pengembalian antara obligasi 10-tahun acuan Prancis dan Jerman naik ke rekor 1,47 persentase poin, naik dari hanya 0,45 persentase poin setahun lalu.