Euro melemah terhadap dolar pada penutupan perdagangan Senin (14/11) akibat kegagalan penguasa baru di Italia dan Yunani dalam membentuk pemerintahan baru di kedua negara tersebut.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran pasar di kawasan Zona Euro mengenai masa depan krisis hutang di kedua Negara itu khususnya, Kanselir Jerman sendiri menyatakan bahwa kehidupan di Eropa saat ini adalah yang terberat sejak Perang Dunia II.
Mantan anggaota Komisi Eropa, Mario Monti ditunjuk untuk menjadi perdana menteri baru di Italia, demi mengembalikan kepercayaan investor. Kabar terbaru dari Italia bahwa Direktur Keuangan Vittorio Grilli akan mengundurkan diri lebih dini pada Selasa ini untuk mengambil pekerjaan di sektor swasta dengan bank investasi J.P. Morgan, hal ini juga menambah kekhawatiran bagi Euro.
Di Yunani, PM Lucas Papademos, mantan wakil presiden European Central Bank akan berusaha memenangkan pemungutan suara di Parlemen Yunani pada hari Rabu besok sebelum bertemu dengan para kolegany di pertemuan Menteri Keuangan Kawasan Eropa di Brusel hari Kamis, seiring dengan ketidakpastian yang mengiringi apakah Athena akan menerima prasyarat bantuan untuk menghindari kebangkrutannya.
Papademos menyatakan pada hari Senin (14/11) bahwa Yunani hanya memiliki satu pilihan untuk tetap tinggal di dalam Kawasan Euro, dan negara itu harus memperluas basis pajak dinegara itu serta memerangi penggelapan pajak. Masalah penggelapan pajak dianggap sebagai masalah yang sangat serius dimana hal ini menjadi penghalang bagi kinerja anggaran Yunani.
Euro ditutup turun 0.8 persen ke harga $1.3636, setelah sebelumnya sempat jatuh ke terendah harian di $1.3590. Euro juga jatuh 0.8 persen ke 105.15 yen.