Euro akhir pekan ini ditutup naik tertinggi terhadap dolar dalam dua minggu menunggu lelang obligasi Italia yang diharapkan bisa berjalan lancar sehingga mengurangi kekhawatiran atas kemampuan Italia untuk membayar utang.
Italia dijadwalkan untuk melelang 3 miliar euro obligasi pemerintah jangka lima tahun pada Senin. Ini akan diawasi ketat oleh investor setelah Roma berhasil menjual lima miliar euro surat utang jangka 1 tahun pekan ini yang membantu menstabilkan imbal hasil Italia dibawah level kritis 7%.
Perdagangan masih bisa volatile dan terdorong berita utama, dan prospek euro terlihat tetap suram seiring zona euro belum menemukan solusi untuk mencegah krisis utang dari melanda ekonomi yang lebih besar seperti Italia dan Spanyol.
Euro terakhir diperdagangkan naik 1,1% pada 1,3751, setelah mencapai tertinggi sesi di 1,3792 pada platform Mahadana dan juga dari terendah satu bulan di 1,3481 pada Kamis.
Dolar tergelincir serendah 77,03 yen, terendah sejak intervensi besar penjualan yen Jepang pada 31 Oktober. Terakhir ditutup turun 0,7% pada 77,11.
Pada minggu ini, euro tergelincir 0,5% terhadap dolar, pada kecepatan untuk kerugian minggu kedua beruntun. Dolar turun 1,4% versus yen, penurunan mingguan terbesar sejak pertengahan Agustus.
Goldman Sachs merekomendasikan investor posisi long euro terhadap dolar, memprediksi memantul ke arah 1,40 seiring ketidakpastian kebijakan jangka pendek menurun, sesuai yang dikutip Reuters.
Mantan Komisioner Eropa Mario Monti secara luas diharapkan untuk mengambil alih sebagai kepala pemerintahan koalisi luas nasional di Italia, sebuah langkah yang akan disambut banyak investor.
Menambah sentimen positif, Perdana Menteri Yunani Lucas Papademos yang baru dilantik mengatakan pemerintah persatuan nasional yang baru akan melakukan yang terbaik untuk menangani masalah negara yang dilanda krisis itu.